empat fase yang harus di jalani oleh Manajer dalam menyelesaikan masalah menurut Simon, adalah :
1. Aktivitas intelegensi,
yaitu mencari kondisi dalam lingkungan yang memerlukan pemecahan
2. Aktivitas disain,
yaitu menemukan, mengembangkan, dan menganalisis kemungkinan tindakan yang akan dilakukan.
3. Aktivitas pemilihan,
yaitu menentukan cara tindakan cara tertentu dari beberapa cara yang sudah ada.
4. Aktivitas peninjauan kembali,
yaitu memberikan penilaian terhadap pilihan yang telah dilakukan.
enam jenis DSS, yaitu :
- Retrive information element (memanggil eleman informasi)
- Analyze entries fles (menganali semua file)
- Prepare reports form multiple files (laporan standart dari beberapa files)
- Estimate decisions qonsquences (meramalkan akibat dari keputusan)
- Propose decision (menawarkan keputusan )
- Make decisions (membuat keputusan)
Tiga tujuan DSS yaitu :
- Membantu manajer dalam pembuatan keputusan untuk memecahkan masalah semi terstruktur.
- Mendukung keputusan manajer, dan bukannya mengubah atau mengganti keputusan tersebut .
- Meningkatkan efektivitas menajer dalam pembuatan keputusan, dan bukannya peningkatan efisiensi
tiga prinsip dasar dari konsep DSS, yaitu :
· struktur masalah,
· dukungan keputusan, dan
· efektivitas keputusan.
KEUNTUNGAN DAN KERUGIAN PEMODELAN
Manajer yang menggunakan model matematis dapat memperoleh keuntungan sebagai berikut :
- Proses pemodelan menjadi pengalaman belajar
- Kecepatan simulasi memberikan kemampuan bagi kita untuk mengevaluasi dampak keputusan dalam jangka waktu yang singkat.
- Model memberikan daya peramalan.
- Model membutuhkan biyaya yang lebih murah daripada metode trial-and-error.
Sedangkan kerugian model adalah sebagai berikut:
- Sulitnya pemodelan system bisnis dan akan menghasilkan model yang tidak dapat menangkap semua pengaruh pada entity.
- Dibutuhkan keterampilan matematika yang tinggi untuk menggembangkan model yang lebih kompleks secara pribadi
Grafik nampaknya lebih baik dalam situasi tertentu, seperti :
- Mencari ringkasan data yang cepat
- Mendeteksi trand masa lalu
- Membandingkan point dan pola variable yang berbeda
- Meramal aktivitas masa mendatang
- Mencari kesan yang relative sederhan adari sejumlah besar informasi yang ada
Tujuan GSS adalah untuk pertukaran ide, opini, dan preferensi dalam kelompok.
• Sistem informasi yang digunakan untuk mendukung sejumlah orang yang bekerja dalam suatu kelompok
• Sistem ini pada awalnya dibuat untuk mendukung sejumlah orang yang berada pada lokasi yang berbeda yang hendak melakukan sumbang-saran, pemberian komentar, pemilihan suara, dan evaluasi terhadap alternatif-alternatif melalui sarana komunikasi
• Istilah yang umum sebelum GSS digunakan yaitu GDSS (Group Decision Support System)
• GSS terkadang disebut sistem pertemuan elektronis (Martin, 2002), sistem kolaborasi perusahaan (O’Brien, 2001), dan sistem pendukung grup kerja (Haag, 1999).
Sistem pakar dapat diartikan sebagai sebuah perangkat lunak computer yang memiliki basis pengetahuan untuk domain tertentu dan menggunakan penalaran inferensi menyerupai seorang pakar dalam memecahkan suatu masalah.
Dalam sistem pakar terkandung suatu teknik inovatif dalam mencari dan memadukan pengetahuan. Kelebihannya terletak dalam memecahkan masalah-masalah praktis pada saat sang pakar berhalangan atau adanya sesuatu hal yang lain.
Ciri-ciri Sistem Pakar
Sistem pakar memiliki kekhususan tertentu yang membedakan dirinya dengan sistem-sistem yang telah ada sebelumnya. Adapun ciri-ciri sistem pakar terbagi menjadi 8 poin, yaitu :
1. Terbatas pada domain keahlian tertentu
2. Dapat memberikan penalaran untuk data-data yang tidak pasti
3. Dapat mengemukakan rangkaian alasan-alasan yang diberikan dengan cara yang dapat dipahami
4. Berdasarkan pada kaidah / rule tertentu
5. Dirancang untuk dapat dikembangkan secara bertahap
6. Pengetahuan dan mekanisme inferensi secara jelas terpisah
7. Keluarannya bersifat anjuran
8. Sistem dapat mengaktifkan kaidah secara searah yang sesuai, dituntun oleh dialog dengan pemakai
Model sistem pakar terdiri dari empat bagian utama.
User Interface memungkinkan pemakaian untuk berinteraksi dengan sistem pakar.
Knowledge Base menyimpan akumulasi pengetahuan dari masalah tertentu yang akan diselesaikan.
Inference Engine menyediakan kemampuan penalaran yang menafsirkan isi knowledge base. Pakar dan analis sistem menggunakan
Development Engine untuk menciptakan sistem pakar.
Didalam pengembangan sistem pakar terdapat tahapan-tahapan yang digunakan pada perancangan sistem pakar, yaitu :
1. Tahap Identifikasi
Tahap ini hanya membahas permasalahan yang akan diketengahkan dalam membangun sistem pakar dan knowledge engineer harus berdiskusi dan bekerja sama dalam menentukan batasan yang dikaji.
2. Tahap Konseptualisasi
Pada tahap ini knowledge engineer dan pakar menentukan konsep yang akan dikembangkan menjadi sistem pakar.
3. Tahap Formalisasi
Pada tahap ini hubungan antara unsur digambarkan dalam bentuk format yang biasa yang digunakan oleh sistem pakar. Struktur data dan teknik inferensi juga ditentukan, maka knowledge engineer menentukan alat pembangun sistem pakar yang digunakan.
4. Tahap Implementasi
Pada tahap ini knowledge engineer menterjemahkan bentuk hubungan antara unsur ke dalam bahasa pemrograman yang telah dibuat sebelumnya agar program yang diinginkan terlaksana.
SP YANG TERKENAL
1. MYCIN
ª Dirancang oleh Edward Feigenbaum (Universitas Stanford) th ’70 an
ª SP medical yg dpt mendiagnosa infeksi bakteri & rekomendasi pengobatan antibiotik
2. DENDRAL
ª SP struktur molekular & kimia
3. PROSPECTOR
ª Membantu ahli geologi yg mencari & menemukan biji deposit (mineral& batubatuan)
ª Didesign oleh Sheffield Research Institute, akhir ‘70an
4. XCON (R1)
ª SP konfigurasi sistem komputer dasar
ª Dikembangkan oleh Digital Equipment Corporation (DEC) dan Carnegie MellonUniversitas (CMU), akhir ’70 an
ª Untuk sistem komputer DEC VAC 11 1780
5. DELTA
ª Didesign & dikembangkan oleh General Electric Company
ª SP personal maintenance dg mesin lokomotif listrik diesel.
6. YESMVS
ª Didesign oleh IBM awal th ‘80an
ª Membantu operator komputer & mengontrol sistem operasi MVS (multiple virtual storage)
7. ACE
ª Didesign & dikembangkan oleh AT&T Bell Lab awal th ‘80an
ª SP troubleshooting pd sistem kabel telpon











